May 10, 2026
muflihatul

Psikologi Unhas – Diskusi panel dengan tema merawat autentisitas diri disituasi kritis digagas oleh dosen dan mahasiswa pada mata kuliah mental health. Diskusi panel ini melibatkan pakar-pakar dibidangnya masing-masing. Mereka adalah Dr dr Irfan Idris, M Kes membahas kesehatan mental dari perspektif fisikal, Dr Drs Muhammad Sabri, M Ag dari perspektif spiritual, Dr Muh. Tamar, M Psi dari perspektif sosial dan Dr Arlina Gunarya, M Sc dari perspektif psikologi. Diskusi ini dimoderatori oleh Dra. Dyah Kusmarini, Psych. Diadakan di Auditorium Amiruddin (6/12/18).

Diskusi panel ini dibuka langsung oleh wakil dekan bidang akademik fakultas kedokteran yaitu Dr. dr. Irfan Idris, M.Kes. Dalam sambutannya dr. Irfan menyambut gembira kegiatan ini, untuk memperbanyak pengayaan yang dilakukan mahasiswa. Bahka mendukung terus kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan oleh mahasiswa.

Dalam materinya dr. Irfan yang merupakan spesialis dibidang fisiologis manusia, mengungkapkan bagaimana peran fisik dalam membentuk kesehatan manusia terutama kesehatan mental. Homeostatis tubuh juga penting salah satunya cairan tubuh harus seimbang tidak bisa berlebih dan tidak bisa kurang.

Dr. Muh Sabri mengungkapkan pentingnya mengenali asal usul kita dan jika kita sudah mengenali asal usul kita maka kita akan mudah mengetahui diri kita yang asli atau autentik. Hal ini juga termaktub dalam Al Qur’an dalam surah Al-Thariq Ayat 4 bahwa setiap diri ada penjaganya.

Perspektif sosial yang dibawakan oleh Dr. Muhammad Tamar menyebutkan bahwa faktor budaya yaitu kelas sosial membuat diri kita menjadi palsu. Selain itu, faktor rendah diri juga membuat tidak sehat karena selalu membandingkan dirinya dengan orang lain.

Perspektif psikologi yang dibawakan oleh Dr. Arlina Gunarya mengangkat pentingnya potensi, minat dan bakat individu. Ada dinamika di dalam diri yang terkadang mendekati diri autentik, terkadang menjauhi diri autentik.