
Program Studi Psikologi FK Unhas memilik 6 mata kuliah ‘meta-competence’ yang menjadi ciri khas. 6 mata kuliah ini adalah sebuah perjalanan bagi calon sarjana psikologi untuk belajar mengenali dan mengembangkan dirinya terlebih dahulu sebelum menjadi seorang sarjana psikologi yang siap untuk ikut serta berkontribusi dalam masyarakat.

Andragogi
dirancang untuk membangun kesadaran akan falsafah dasar (hakikat dan panggilan) belajar bagi manusia, yang merupakan dasar bagi setiap insan untuk menjadi pembelajar yang handal, bermartabat dan beradab akademik Selanjutnya mata kuliah.
Andragogy ini memberi wawasan tentang model dinamika perilaku belajar orang dewasa, beserta proses dan faktor-faktor yang mempengaruhinya; memberi orientasi pengembangan sikap dan keterampilan yang dibutuhkan, seperti antara lain skill ‟menghadir‟ pada
present time, mindfullness, self-monitoring dan kemampuan berpikir logik, reflektif serta kemampuan bernalar (critical thinking) dalam mengambil insight. (dari mengindera hingga menghasilkan reflection),
Dengan demikian, diharapkan mereka dapat meng-apresiasi dan belajar dari pengalaman pribadinya, dan juga pengalaman orang-orang lain, sehingga mereka mempunyai bekal untuk belajar menjadi pembelajar mandiri ~ independent learner yang handal dan bermartabat.
Andragogy ini memberi wawasan tentang model dinamika perilaku belajar orang dewasa, beserta proses dan faktor-faktor yang mempengaruhinya; memberi orientasi pengembangan sikap dan keterampilan yang dibutuhkan, seperti antara lain skill ‟menghadir‟ pada
present time, mindfullness, self-monitoring dan kemampuan berpikir logik, reflektif serta kemampuan bernalar (critical thinking) dalam mengambil insight. (dari mengindera hingga menghasilkan reflection),
Dengan demikian, diharapkan mereka dapat meng-apresiasi dan belajar dari pengalaman pribadinya, dan juga pengalaman orang-orang lain, sehingga mereka mempunyai bekal untuk belajar menjadi pembelajar mandiri ~ independent learner yang handal dan bermartabat.
Semester 1

Mental Health
dirancang untuk mengantar mahasiswa pembelajar mengenali dan membangun diri otentiknya, mengembangkan internal locus of control, mengembangkan kemampuan berpikir mandiri, kemampuan mind-setting, merawat mindfulness, agar bisa melepaskan kemelengketan pada pikiran (beserta emosi pengiringnya) dan kebiasaan yang sekirannya menghambat kemajuan proses pembelajarannya menjadi sarjana Psikologi yang handal dalam lingkup profesional etik Psikologik.
Oleh karena itu, pada bagian pertama dari mata kuliah ini, mahasiswa belajar menghayati ”sense of being” melalui proses ‟pencerahan diri‟, sehingga mendapatkan ’sense of self’’. Kemampuan melakukan pencerahan ini berguna baginya untuk mengikuti bagian kedua dari mata kuliah ini, yakni merefleksi asupan dari berbagaai sumber informasi, bacaan ilmiah atau ceramah ( dirancang sesuai komposisi profil mahasiswa), secara terbuka namun kritis, dan terampil menarik insight bagi dirinya.
Pada bagian ketiga dari mata kuliah ini, mahasiswa belajar saling berbagi insight dengan rekan-rekannya, dalam kelompok kecil dan besar, sehingga terjadi pertukaran persepsi secara intersubjective, yang akan memperkaya otentisitas masing-masing individu, karena otentisitas dirinya mengakar dalam kolektivitas kelompok, maupun komunitasnya. Pada gilirannya, setelah melewati mata kuliah ini, diharapkan mahasiswa bisa nyaman merawat dan mengembangkan otentisitas dirinya, ditengah aneka kepelbagaian, dan mencapai keseimbangan keseluruhan wellbeing, baik spiritual-psychological-physical well being
Oleh karena itu, pada bagian pertama dari mata kuliah ini, mahasiswa belajar menghayati ”sense of being” melalui proses ‟pencerahan diri‟, sehingga mendapatkan ’sense of self’’. Kemampuan melakukan pencerahan ini berguna baginya untuk mengikuti bagian kedua dari mata kuliah ini, yakni merefleksi asupan dari berbagaai sumber informasi, bacaan ilmiah atau ceramah ( dirancang sesuai komposisi profil mahasiswa), secara terbuka namun kritis, dan terampil menarik insight bagi dirinya.
Pada bagian ketiga dari mata kuliah ini, mahasiswa belajar saling berbagi insight dengan rekan-rekannya, dalam kelompok kecil dan besar, sehingga terjadi pertukaran persepsi secara intersubjective, yang akan memperkaya otentisitas masing-masing individu, karena otentisitas dirinya mengakar dalam kolektivitas kelompok, maupun komunitasnya. Pada gilirannya, setelah melewati mata kuliah ini, diharapkan mahasiswa bisa nyaman merawat dan mengembangkan otentisitas dirinya, ditengah aneka kepelbagaian, dan mencapai keseimbangan keseluruhan wellbeing, baik spiritual-psychological-physical well being
Semester 2

Pendekatan Sistem
dirancang agar mahasiswa memiliki cara pandang yang holistik, sistemik, terhindar dari „value judgement’, terutama karena masalah-masalah bermatra Psikologik biasanya kompleks.
Setelah pengantar mata kuliah, mahasiswa diberi peluang „plunge in‟ kedalam berbagaisystem dalam tubuh manusia, secara menyandra. Diharapkan melalui refleksi mereka dapat memperoleh insight betapa kompleks dan rumit apa yang terjadi di tubuh mereka setiap saatnya, akan tetapi bisa berjalan baik dan saling terhubung, sampai apabila ada satu hambatan maka seluruh system tubuh terpapar dan terkena dampaknya.
Selanjutnya, untuk memahami bagaimana kejadian tersebut terjadi, perlu mahasiswa diperkenalkan dengan sejumlah konsep kunci yang dipakai dalam paradigama sistemik, seperti antara lain konsep komponen, „holon‟: sub-sistem, system, supra system, interaksi, energy, input , output, dst; serta teori dasar system. Selanjutnya mahasiswa belajar mindsetting ke arah holistic-systemic, bukan partial, melalui aplikasi prinsip-prinsip system dalam mendekati entitas psikologik sebagai studi kasus suatu system, antara lain pada level individu, keluarga, kelompok, komunitas dan social;
Setelah mengikuti mata kuliah pendekatan system ini, diharapkan mahasiswa pembelajar dapat melengkapi dirinya dengan alternative pendekatan terhadap berbagai masalah kompleks, sehingga bisa lebih nyaman memahami duduk persoalan masalah kompleks penuh kepelbagaian dari berbagai sudut pandang. Pada gilirannya, dapat menerapkan pendekatan system dalam menangani berbagai masalah di kehidupan sehari-hari , baik masalah pribadi, masalah profesionalnya, maupun ragam masalah kemasyarakatan di lingkungannya.
Setelah pengantar mata kuliah, mahasiswa diberi peluang „plunge in‟ kedalam berbagaisystem dalam tubuh manusia, secara menyandra. Diharapkan melalui refleksi mereka dapat memperoleh insight betapa kompleks dan rumit apa yang terjadi di tubuh mereka setiap saatnya, akan tetapi bisa berjalan baik dan saling terhubung, sampai apabila ada satu hambatan maka seluruh system tubuh terpapar dan terkena dampaknya.
Selanjutnya, untuk memahami bagaimana kejadian tersebut terjadi, perlu mahasiswa diperkenalkan dengan sejumlah konsep kunci yang dipakai dalam paradigama sistemik, seperti antara lain konsep komponen, „holon‟: sub-sistem, system, supra system, interaksi, energy, input , output, dst; serta teori dasar system. Selanjutnya mahasiswa belajar mindsetting ke arah holistic-systemic, bukan partial, melalui aplikasi prinsip-prinsip system dalam mendekati entitas psikologik sebagai studi kasus suatu system, antara lain pada level individu, keluarga, kelompok, komunitas dan social;
Setelah mengikuti mata kuliah pendekatan system ini, diharapkan mahasiswa pembelajar dapat melengkapi dirinya dengan alternative pendekatan terhadap berbagai masalah kompleks, sehingga bisa lebih nyaman memahami duduk persoalan masalah kompleks penuh kepelbagaian dari berbagai sudut pandang. Pada gilirannya, dapat menerapkan pendekatan system dalam menangani berbagai masalah di kehidupan sehari-hari , baik masalah pribadi, masalah profesionalnya, maupun ragam masalah kemasyarakatan di lingkungannya.
Semester 3

Kesadaran dan Kecerdasan Moral
dirancang untuk mengantar mahasiswa pada kesadaran akan nilai-nilai dan moral yang dianutnya selama ini. Kesadaran ini diperlukan untuk pengenalan dan pemahaman sejumlah konsep dinamik berkaitan dengan moral (a.l : values, attitude, persepsi, believes, operating filosophy, dst) dan inter-koneksitasnya dalam membentuk, memutahirkan dan mewujud kedalam perilaku selaras atau tidak selaras dengan diri otentiknya, dalam keseluruhan sekaligus keutuhan dimensinya, tetapi juga nyaman dalam perjumpaan dengan kepelbagaian lingkungannya.
Oleh karena itu, mata kuliah ini juga memberi peluang perjumpaan dengan kepelbagaian, dan melalui refleksi pengalaman perjumpaan tersebut
diharapkan mahasiswa dapat memperoleh insight dan sadar akan kompas moral yang dianutnya (termasuk etik Profesinya); juga akan faktor atau ‟virus‟ yang bisa merusaknya.
Dengan demikian, sebagai konsekweni, pada bagian selanjutnya, mahasiswa perlu belajar menangkal berbgai virus gangguan tersebut melalui pengembangan sejumlah skill moral, baik bagi dirinya maupun bagi orang-orang lain. Diharapkan setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa dapat lebih memiliki kesadaran dan kompetensi moral, sehingga kecerdasan moralnya dapat lebih meningkat.
Oleh karena itu, mata kuliah ini juga memberi peluang perjumpaan dengan kepelbagaian, dan melalui refleksi pengalaman perjumpaan tersebut
diharapkan mahasiswa dapat memperoleh insight dan sadar akan kompas moral yang dianutnya (termasuk etik Profesinya); juga akan faktor atau ‟virus‟ yang bisa merusaknya.
Dengan demikian, sebagai konsekweni, pada bagian selanjutnya, mahasiswa perlu belajar menangkal berbgai virus gangguan tersebut melalui pengembangan sejumlah skill moral, baik bagi dirinya maupun bagi orang-orang lain. Diharapkan setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa dapat lebih memiliki kesadaran dan kompetensi moral, sehingga kecerdasan moralnya dapat lebih meningkat.
Semester 4

Entrepreneurship
dirancang untuk meningkatkan dan melengkapi kemampuan berpikir mahasiswa, mencakup proses kognitif, produktif dan evaluative, dengan mempergunakan kedua belahan otak (left & right brain hemisphere).
Melalui mata kuliah ini juga, mahasiswa belajar tentang proses berpikir secara variatif , factor yang mentriger masing-masing proses berpikir
dan belajar sejumlah metode serta kondisi yang disyaratkan masing-2 proses berpikir. Dengan demikian, mahasiswa siap untuk lincah berpikir, kreatif, innovative dan terampil dengan „helicopter mind‟, sehingga memiliki daya agilitas tinggi yang pada gilirannya memberikan efficacy yang tinggi pula, akan tetapi tetap berkomitmen tinggi pada otentisitas dan integritas dirinya.
Pada bagian berikutnya mahasiswa dibekali dengan sejumlah teori, paradigma, perspektif entrepreneurship dari berbagai disiplin ilmu, terutama yang beririsan dengan disiplin Psikologi. Di akhir mata kuliah ini mahasiswa belajar tentang moralitas kepemimpinan dengan spirit Entrepreneurship. Dengan demikian, setelah melewati mata kuliah ini, mahasiswa pembelajar mandiri memiliki modal dasar sikap mental yang kreatif dan innovative baik di level individu, organisasi and social, sehingga bisa berkontribusi bagi kemasalahatan orang banyak di berbagai bidang (bisnis, social, clinical) , baik dengan ataupun tanpa enterprizes
Melalui mata kuliah ini juga, mahasiswa belajar tentang proses berpikir secara variatif , factor yang mentriger masing-masing proses berpikir
dan belajar sejumlah metode serta kondisi yang disyaratkan masing-2 proses berpikir. Dengan demikian, mahasiswa siap untuk lincah berpikir, kreatif, innovative dan terampil dengan „helicopter mind‟, sehingga memiliki daya agilitas tinggi yang pada gilirannya memberikan efficacy yang tinggi pula, akan tetapi tetap berkomitmen tinggi pada otentisitas dan integritas dirinya.
Pada bagian berikutnya mahasiswa dibekali dengan sejumlah teori, paradigma, perspektif entrepreneurship dari berbagai disiplin ilmu, terutama yang beririsan dengan disiplin Psikologi. Di akhir mata kuliah ini mahasiswa belajar tentang moralitas kepemimpinan dengan spirit Entrepreneurship. Dengan demikian, setelah melewati mata kuliah ini, mahasiswa pembelajar mandiri memiliki modal dasar sikap mental yang kreatif dan innovative baik di level individu, organisasi and social, sehingga bisa berkontribusi bagi kemasalahatan orang banyak di berbagai bidang (bisnis, social, clinical) , baik dengan ataupun tanpa enterprizes
Semester 5

Penerapan Kode Etik
dirancang sebagai „gong‟ dari rangkaian mata kuliah pembinaan karakter dan etik Psikologi ini. Pada mata kuliah ini, mahasiswa akan menerapkan semua yang telah diketahui dan dikuasai serta dimilikinya, baik dalam upaya problem solving kasus-kasus yang terjadi atau yang dirancang sebagai sarana problem based learning; maupun upaya berkontribusi untuk penegakkan Kode Etik Psikologik.
Oleh karena itu, dalam mata kuliah ini, mahasiswa pembelajar diperhadapkan dengan peluang berada dalam situasi dillematik yang mengharuskan mereka mengambil sikap, mengambil keputusan untuk membuat tidak tutur yang mereka yakini benar dan tidak melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan khususnya kode etik Psikologi yang berlaku di jamannya. Untuk keperluan tersebut disiapkan situasi dillematik dalam berbagai bidang Psikologi, baik melalui scenario kasus, menyimak video atau menonton film, argumentasi pro-contra statement utk diperdebatkan, penggeledahan diri, dst.
Selanjutnya dari solusi dan refleksi mereka dalam setiap kasus, Dosen Pengampu memberi reflection dan respons yang bertujuan „bridging the gap’.
Sebagai konsekwensinya, sejumlah materi, teori yang dibutuhkan dalam penanganan kasus, seyogyanya dapat diberikan oleh dosen pengampu
sebagai asupan tanggapan reflection dari refleksi mahasiswa . Mata kuliah ini memfasilitasi juga upaya penangkalan dan penanganan „Virus‟ yang selalu mungkin menyerang dalam berbagai aras di diri individu, atas value dan kode etik psiikologi yang dimilikinya. Diharapkan dengan melewati mata kuliah ini, semakin nyata penghayatan dan internalisasi kode etik Psikologi di diri masing-masing pembelajar (built in), sehingga mereka dapat menerapkan dan menegakkan selaras dengan tantangan jaman-nya.
Oleh karena itu, dalam mata kuliah ini, mahasiswa pembelajar diperhadapkan dengan peluang berada dalam situasi dillematik yang mengharuskan mereka mengambil sikap, mengambil keputusan untuk membuat tidak tutur yang mereka yakini benar dan tidak melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan khususnya kode etik Psikologi yang berlaku di jamannya. Untuk keperluan tersebut disiapkan situasi dillematik dalam berbagai bidang Psikologi, baik melalui scenario kasus, menyimak video atau menonton film, argumentasi pro-contra statement utk diperdebatkan, penggeledahan diri, dst.
Selanjutnya dari solusi dan refleksi mereka dalam setiap kasus, Dosen Pengampu memberi reflection dan respons yang bertujuan „bridging the gap’.
Sebagai konsekwensinya, sejumlah materi, teori yang dibutuhkan dalam penanganan kasus, seyogyanya dapat diberikan oleh dosen pengampu
sebagai asupan tanggapan reflection dari refleksi mahasiswa . Mata kuliah ini memfasilitasi juga upaya penangkalan dan penanganan „Virus‟ yang selalu mungkin menyerang dalam berbagai aras di diri individu, atas value dan kode etik psiikologi yang dimilikinya. Diharapkan dengan melewati mata kuliah ini, semakin nyata penghayatan dan internalisasi kode etik Psikologi di diri masing-masing pembelajar (built in), sehingga mereka dapat menerapkan dan menegakkan selaras dengan tantangan jaman-nya.
Semester 6