October 31, 2026

Strategi dan Metode Pembelajaran Kekhasan

Menjadi sarjana psikologi sebagaimana diemban visi dan misi, serta nilai-nilai yang dianut Prodi Psikologi FK Unhas, membutuhkan proses “belajar menjadi”, yang
terpadu dan berkesinambungan pada diri setiap insan komunitas Prodi Psikologi FK Unhas. Prodi Psikologi FK Unhas memfasilitasi proses “belajar menjadi” ini melalui pendekatan experiential learning. Pendekatan ini memungkinkan setiap mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang kemudian pengalaman tersebut diolah secara lebih mendalam melalui “refleksi”.

Prodi Psikologi FK UNHAS percaya bahwa cara terbaik mempersiapkan sarjana psikologi adalah melalui pembelajaran mandiri berdasarkan refleksi terhadap dan atas pengalaman, serta untuk antisipasi pengalaman. Dalam setiap proses pembelajaran yang berlangsung di Prodi Psikologi FK Unhas, mahasiswa difasilitasi untuk senantiasa melakukan refleksi atas pengalaman belajar yang diperoleh. Mahasiswa akan membuat refleksi setiap selesai pertemuan mata kuliah. Bukan hanya mahasiswa, dosen juga terlibat aktif dalam proses refleksi pengalaman mahasiswa dengan cara memberikan umpan balik hasil refleksi mahasiswa. Dengan demikian, dosen juga dapat memantau perkembangan dan kemajuan setiap mahasiswa dalam proses pembelajaran. Sistem evaluasi yang dipergunakan, bukan hanya mengukur atau penguasaan konsep, tetapi juga kemajuan dari waktu ke waktu yang dapat ditelusuri dari pengamatan kegiatan di pertemuan perkuliahan sehari-hari dan dari kedalaman insight yang diperolehnya melalui tugas-tugas refleksi. Penerapan model pembelajaran reflektif dalam kurikulum program sarjana psikologi ini diharapkan dapat mengembangkan keunggulan mind-setting, creative problem solving, dan etika kepedulian dalam mengembangkan mental set, kepribadian, dan profesi ilmuwan psikologi.
Keenam mata kuliah meta-competence tersebut, yaitu :

  1. Andragogi, merupakan mata kuliah membangun kesadaran, pengetahuan dan sejumlah keterampilan untuk dapat menjadi pembelajar mandiri;
  2. Mental Health, menyiapkan para pembelajar mandiri memiliki keterbukaan atas berbagai sumber pengetahuan tetapi tetap kritis dan tidak terlarut dalam gelegak informasi, yakni dengan menemukan otentisitas diri yang berakar dalam kolektivitas;
  3. Kesadaran & Kecerdasan Moral, membekali pembelajar mandiri dengan kesadaran akan nilai-nilai dan moral yang dianutnya, yang melatar belakangi berbagai keputusan tindak tutur diri dan orang lain yang berhubungan dengannya;
  4. Entrepreneurship, memperlengkapi pembelajar mandiri dengan sikap mental yang kreatif dan inovatif baik di level individu, maupun organisasi and sosial, sehingga bisa berkontribusi bagi kemaslahatan orang banyak di berbagai bidang (bisnis, sosial, klinis, dsb), baik dengan ataupun tanpa enterprizes;
  5. Pendekatan sistem, melengkapi pembelajar mandiri dengan alternatif pendekatan terhadap masalah kompleks penuh kepelbagaian, sehingga bisa lebih memahami duduk persoalan dari berbagai sudut pandang;
  6. Penerapan Kode Etik Psikologi, memberi peluang kepada pembelajar mandiri untuk berada dalam situasi dilematik yang mengharuskan mereka mengambil sikap, mengambil keputusan untuk membuat tidak tutur yang mereka yakini benar dan tidak melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan khususnya kode etik psikologi yang berlaku di jamannya. Mata kuliah ini memfasilitasi juga upaya penangkalan dan penanganan “virus” yang selalu mungkin menyerang dalam berbagai arah di diri individu.